PENYERAHAN PIALA KEGIATAN 17 AGUSTUS 2019

Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa SMPN 3 Balaraja

HARI GURU NASIONAL

Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa SMPN 3 Balaraja

KEGIATAN LDK SMPN 3 BALARAJA

Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa SMPN 3 Balaraja

UPACARA 17 AGUSTUS 2020 DI ISTANA NEGARA

Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa SMPN 3 Balaraja

Minggu, 30 Agustus 2009

Mendiknas: Reformasi Pendidikan bisa Dinikmati 2014/2015 Mendatang


AKARTA, Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo mengatakan, hasil 10 tahun reformasi di bidang pendidikan nasional...

baru bisa dinikmati oleh masyarakat Indonesia pada 2014/2015 mendatang.

Hal tersebut dikatakan oleh Mendiknas di acara 'Silaturahmi Mendiknas dengan para Penerima Penghargaan Keteladanan Bidang Pendidikan 2009', di Jakarta, Sabtu (15/7). Mendiknas Bambang mengatakan, reformasi sudah dilakukan oleh Depdiknas di seluruh aspek pendidikan nasional mulai dari kurikulum, guru, sarana dan prasana, proses pembelajaran, manajemen satuan pendidikan dan lain-lainnya.

"Semuanya sudah kita sentuh dengan reformasi pendidikan dengan harapan menjadikan bidang pendidikan sebagai lokomotif bagi kemajuan negara ini," tandas Mendiknas kepada para wartawan.

Dengan reformasi tersebut, kata Mendiknas, dalam Era Kabinet Indonesia Bersatu para guru telah mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah. Hal itu dimulai dari pencanangan oleh Presiden RI tentag Guru sebagai Profesi pada 2 Desember 2004 silam. Setahun kemudian, lahir UU Nomor 14 tentang Guru dan Dosen, yang diikuti pula dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2005 tentang Guru, PP Nomor 41 tahun 2009 tentang Tunjangan Profesi Guru, Tunjangan Profesi Dosen, Tunjangan Khusus bagi Guru yang bertugas di Daerah Khusus dan Tunjangan Kehormatan bagi Guru Besar.

"Kita lipatkan azas pendidikan sesuai paradigma pendidikan nasional yaitu sebagai pembelajaran, bahwa dari menteri sampai anak didik adalah ingin belajar, belajar hingga akhir hayat," tandas Mendiknas. LTF -Kompas.com-

Penghargaan untuk Guru Berprestasi Tingkat Nasional

Jakarta, - Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Bambang Sudibyo membuka Acara Penyerahan Penghargaan kepada Guru Berprestasi,...

Guru Dacil dan Guru Pendidikan Luar Biasa/Pendidikan Khusus Berdedikasi Tingkat Nasional, di Plaza Mandiri, Jumat (14/8). Malam penghargaan Guru Berprestasi “Pengabdianmu Mencerdaskan Anak Bangsa” demikian temanya.

Dalam rangka menyambut perayaan 64 tahun kemerdekaan Indonesia, melalui program Mandiri Peduli Pendidikan memberikan apresiasi sebesar Rp 1,732 miliar kepada 231 guru berprestasi dari 33 provinsi di Indonesia dimana setiap guru akan menerima Rp 7,5 juta dengan rincian, sebesar Rp 990 juta akan diserahkan kepada 132 guru berprestasi tingkat nasioanal. Rp 247,5 juta akan diserahkan kepada 33 guru pendidikan luar biasa (PLB) berdedikasi tingkat nasional, dan Rp 495 juta akan diberikan kepada 66 guru SD daerah khusus/terpencil berdedikasi tingkat nasional.

Acara ini dihadiri para guru terpilih dari seluruh pelosok tanah air, yaitu terdiri dari guru berprestasi sebanyak 126 orang, guru SD berdedikasi di daerah khusus sebanyak 66 orang, guru PLB/PK berdedikasi sebanyak 32 orang. Guru berprestasi yang diundang ke Jakarta merupakan hasil seleksi yang ketat.

Dalam sambutannya, Mendiknas mengatakan, “Penghargaan kepada guru berprestasi dan berdedikasi secara eksplisit telah dinyatakan dalam Undang-undang No.14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru”. Di dalam Undang-undang dan Peraturan Pemerintah ini diamanatkan beberapa hal. Pertama, penghargaan dapat diberikan oleh pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, organisasi profesi, dan/atau satuan pendidikan. Kedua, penghargaan dapat diberikan pada tingkat satuan pendidikan, tingkat desa/kelurahan, tingkat kecamatan, tingkat kabupaten/kota, tingkat provinsi, tingkat nasional, dan/atau tingkat internasional.

“Guru harus pandai bersyukur, kuncinya pandai bersyukur dengan rajin berapresiasi”, ucap Mendiknas.

Pemilihan Guru Berprestasi dilaksanakan secara berjenjang. Pada tingkat satuan pendidikan dilaksanakan pada bulan April 2009, tingkat Kecamatan pada pertengahan Mei 2009, tingkat Kabupaten/Kota pada pertengahan Juni 2009, tingkat Provinsi pada Juli 2009 dan tingkat Nasional pada Agustus 2009.

Peningkatan kualifikasi, kompetensi, dan sertifikasi pendidikan tenaga kependidikan secara massal yang dilaksanakan sejak tahun 2007 akan terus didorong, sehingga diharapkan pada tahun 2014 atau 2015, sesuai dengan amanat UU No. 14 Tahun 2005 semua guru telah berkualifikasi S1/D-IV dan memiliki sertifikat pendidik.

Apresiasi ini diharapkan bisa memacu kreativitas para guru sehingga bisa bermanfaat bagi anak didik dan meningkatkan aktivitas guru dalam menambah khasanah ilmu pendidikan bagi generasi penerus bangsa. (ALI) -Sidiknas-

Selasa, 21 Juli 2009

Guru Harus Jadi Fasilitator di Kelas

Yogyakarta, - Guru harus bisa menjadi fasilitator dalam kelas, sehingga mendorong terciptanya suasana kelas yang nyaman, menyenangkan dan tidak kaku.
Suasana kelas harus nyaman serta menyenangkan, dan guru bisa berperan menciptakan suasana seperti itu, kata penanggung jawab Program Magister Manajemen (MM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Dr Heru Kurnianto Nugroho seperti diberitakan Antara, Jumat (3/7).
Pengelolaan sebuah institusi pendidikan dalam lingkup kelas perlu kemampuan manajerial. Kemampuan manajerial itu dalam hal bagaimana guru mengelola siswa sehingga mendorong siswa lebih kritis dan tidak pasif, katanya.

Guru adalah profesi yang mulia, sehingga harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab sebagai pengabdian. Guru yang baik akan selalu berusaha menjadikan dirinya profesional dalam mengemban tugas-tugas yang diberikan kepadanya.
Saat ini banyak guru masih menjadikan sumber ilmu adalah dirinya sendiri. Padahal, sumber ilmu bukan hanya dari guru, tetapi juga sumber-sumber lain seperti buku, internet, dan dari siswa, katanya.
Sebagai bentuk upaya peningkatan profesionalisme guru dalam hal kemampuan manajerial, Program MM UMY akan mengadakan seminar bertema the art of teaching di kampus terpadu UMY pada 5 Juli 2009.
Seminar diadakan bekerja sama dengan Kualitas Pendidikan Islam (KPI) Surabaya, Persaudaraan Guru Sejahtera Indonesia (PGSI) DIY, dan Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia, katanya.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat membangun budaya mutu dan sadar mutu guru serta meningkatkan kemampuan guru, memperluas wawasan serta keterampilan mengajar guru.
Selain itu guru dapat membuat rekomendasi dan komitmen untuk membangun sekolah yang berkualitas. Ruang kelas dengan guru yang profesional dan memiliki manajerial bagus, akan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, dan siswa menjadi lebih aktif serta kritis, katanya. -Pelita-

Sabtu, 20 Juni 2009

Sekolah Gratis Masih Buka Peluang Terjadi Pungutan

SOLO--MI: Kebijakan sekolah gratis yang digembar-gemborkan pemerintah saat ini masih sangat lemah. Bahkan di sisi lain masih berpeluang memunculkan praktik pungutan karena pemerintah hanya menanggung biaya operasional non personal.

Artinya, biaya yang ditanggung oleh pemerintah sebatas biaya operasional lembaga dan belajar mengajar, seperti listrik, air, telepon dan sarana dan prasarana belajar di dalam kelas seperti kapur tulis dan sebagainya.

Sementara itu, untuk kebutuhan siswa, salah satunya buku pelajaran, menjadi tanggungan siswa. Padahal, celah itulah yang selama ini sering dimanfaatkan pengelola sekolah untuk memungut uang dari orang tua siswa.

Sekretaris Jenderal Departemen Pendidikan Nasional Dodi Nandika ketika dimintai konfirmasi di sela-sela kehadirannya di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah, Sabtu (23/5) tidak menampik hal itu.

"Kami mengaku ini (sekolah gratis) belum sempurna dan baru merupakan standar pelayanan minimum. Pungutan masih ada, meskipun mungkin tidak banyak lagi," katanya seusai menjadi keynote speech pada Sarasehan Peran Perguruan Tinggi dalam Membangun Etika Bangsa di Auditorium UNS.

Dodi menambahkan, pemerintah memang memiliki niat untuk menggratiskan secara penuh wajib belajar sembilan tahun. Namun, hal itu belum dapat dilakukan saat ini karena biaya yang dibutuhkan sangat besar.

Sekarang saja, untuk memenuhi Biaya Operasional Sekolah (BOS), ujarnya, anggaran yang dialokasikan pemerintah mencapai Rp14 triliun. Untuk menjalankan sekolah gratis secara utuh, biaya yang dibutuhkan sekitar dua kali lipat jumlah anggaran tersebut.

"Jadi, memang belum ideal. Tetapi di tujuh provinsi antara lain Sumatra Selatan, Kalimantan Timur, dan Jawa Barat, sudah bisa gratis. Itu karena kepala daerahnya mau merogoh kantong untuk biayanya," tambah Dodi.

Kendati dalam pelaksanaannya belum sempurna, untuk sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama negeri (SMPN) Depdiknas menggariskan secara tegas tidak boleh ada pungutan dalam bentuk apapun. Kecuali untuk sekolah yang berstatus sekolah berstandar internasional atau rintisan sekolah berstandar internasional.

Pungutan, menurut definisi Dodi, adalah permintaan biaya yang dilakukukan secara teratur dalam waktu tertentu dan atau sumbangan yang besarannya sudah ditentukan. "Kalau terjadi seperti itu, itu namanya pungutan, tidak boleh," tandasnya.

Kelulusan di Sejumlah SMP di Jakarta 100%

Metrotvnews.com, Jakarta: Hasil ujian nasional tingkat SMP diumumkan serentak Sabtu (21/6) hari ini. Tingkat kelulusan sejumlah sekolah di Jakarta mencapai 100 persen. Misalnya, di SMP 173 Jakarta Utara. Seluruh siswa yang mengikuti ujian nasional di sekolah ini dinyatakan lulus.

Pengumuman kelulusan 327 siswa tersebut dilakukan melalui pos yang diantar petugas khusus sekolah ke rumah siswa serta ditempel di papan pengumuman sekolah. Nilai rata-rata siswa SMP 173 mencapai 7,21 dari empat mata pelajaran, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Tingkat kelulusan 100 persen juga berhasil dicapai SMP Negeri 30. Sebanyak 360 siswa mengetahui kelulusan mereka melalui surat yang diantar ke rumah. Hasil ujian nasional juga dipasang di papan pengumuman sekolah agar para siswa dapat melihat nilai mereka.

Pengumuman hasil ujian nasional tingkat SMP juga dilakukan secara serentak di Tangerang, Banten. Dari 22 ribu siswa SMP yang mengikuti ujian nasional hanya 126 siswa dinyatakan tidak lulus.

Pengumuman hasil ujian SMP di Tanggerang juga dihadiri orang tua murid. Seperti terlihat di SMP Negeri 1 Tangerang. Tingkat kelulusan siswa di SMP ini mencapai 100 persen dengan angka tertinggi mencapai 38,1. Dedangkan angka rata-rata siswa mencapai 34,76 dengan klasifikasi angka A.

Para siswa yang berhasil lulus tak kuasa menahan kegembiraaan. Mereka berteriak gembira setelah kepala SMP 1 Tangerang mengumumkan hasil ujian di panggung sekolah.(DOR)

Jumlah Siswa Lulus UN di DKI Alami Kenaikan

Jakarta, Banyak siswa SMA di DKI Jakarta yang memperoleh nilai 10 dalam Ujian Nasional (UN) tahun 2009. Untuk Program IPA,...

yang memperoleh nilai 10 untuk mata pelajaran (Mapel) matematika sebanyak 58 siswa, Mapel kimia sebanyak 115 siswa, dan Mapel fisika 22 siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta H Taufik Yudi Mulyanto mengatakan kepada Pelita di Jakarta, kemarin.
Sedangkan, untuk Program IPS, siswa yang memperoleh nilai 10 untuk mata pelajaran matematika 55 siswa, ekonomi 8 siswa, sosiologi 3 siswa dan geografi 10 siswa.

Untuk Program Bahasa, kata Taufik, yang memperoleh nilai 10 sebanyak 2 siswa untuk bahasa asing. Menurutnya, patut bersyukur karena jumlah siswa yang lulus ujian nasional tahun ini sebanyak 55.530 siswa atau 96,56 persen. Sedangkan yang tidak lulus 1.979 siswa (3,4 persen). Yang lulus mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya 92 persen.

Sementara itu, Kepala Bidang SMP/SMA Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta H Amsani Idris didampingi Kasi Kurikulum Bidang SMP/SMA H Budiana mengatakan berdasarkan data yang ada, selain siswa di SMA Negeri banyak juga siswa di sekolah Islam yang memperoleh nilai 10 untuk mata pelajaran program IPA maupun IPS. Sedangkan jumlah nilai total tertinggi se DKI Jakarta ( rangking pertama) diraih Mochamad Riko Yurisdiarto siswa SMA Lab School Jakarta dengan nilai total 55,05. (Bhs Indonesia 8.40, inggris 9.40, matematika 9.75, ekonomi 9.50, sosial 9.50, geografi 8.50)

Untuk Program IPA, Alifah Syamsiyah siswa SMA Islam Al-Azhar Syifa Budi Jakarta memperoleh nilai 10 untuk mata pelajaran matematika. Untuk program IPS, Ade Dian Ramadhanti siswa SMA Islam Al-Azhar I memperoleh nilai 10 untuk mata pelajaran matematika, Clarissa Zaskia Larasati, siswa SMA Islam Al-Azhar I memperoleh nilai 10 untuk mata pelajaran matematika. Dian Hanasari Devie, siswa SMA Al-Azhar I memperoleh nilai 10 untuk mata pelajaran matematika. Sigit Septo Pambudi, siswa SMA Islam Al-Azhar I memperoleh nilai 10 untuk mata pelajaran matematika. Hanifah Rahmani Nursanti, siswa SMA Islam Al-Azhar I memperoleh nilai 10 untuk mata pelajaran kimia.
Bintang Dwita Widhana, siswa SMA Labschool Kebayoran, raih nilai 10 program IPA untuk mata pelajaran kimia. Tania Paramita, siswa SMA Labschool kebayoran, raih nilai 10 program IPA untuk mata pelajaran kimia. Sari Handayani, siswa SMA Labschool Jakarta raih nilai 10 program IPS untuk mata pelajaran matematika.

Sementara itu, siswa di SMA Negeri yang memperoleh nilai 10, diantaranya siswa SMA Negeri 8 untuk program IPA, memperoleh nilai 10 untuk mata pelajaran matematika. Mereka yakni, Atika Amalia, Aryazka Nuzuliana, Bimo Anondia Hernowo, Davrina Rianda Davron, Dera Hafiyyan Supriyo Suromo, Erwin Ardian Noor, Imam Tongku Padesma Ritonga, Miranda Adianti, Mohammad Rizqi Hafiyyandi, Muncieto Andreas, Nila Gita Cahyani Sheli Azalia. Program IPA untuk mata pelajaran Kimia di SMA 8 yang memperoleh nilai 10, yakni Biesmodjo Ady Widjanarko, Gabrisia Anindiatri, Muthia Astari, Nindya Adisti, Rizki Satya Utami, Rivanti Irmadalena Devina. Sedangkan untuk program IPS di SMA 8 yang memperoleh nilai 10 untuk mata pelajaran matematika, yakni Octavia Eka Diningrum.

SMA 70 program IPA yang memperoleh nilai 10 untuk mata pelajaran kimia, yakni Adi Setyo Panduwirawan, Rizka Widyarini, Yosaka Eka Putranta.

SMA 68 program IPA yang memperoleh nilai 10 untuk mata pelajaran kimia, yakni Deta Raisa, Galih Nurhidayat, M. Iqbal, Theodora Katherine. Untuk program IPA mata pelajaran matematika, yakni Sharlita Lutfiah. Untuk Program IPS mata pelajaran matematika, yakni Andanawari Satwika.

SMA 80 program IPS yang memperoleh nilai 10 untuk mata pelajaran matematika, Andi Hernawati, Catur Rahmad Sugiarto, Citra Oktavia Puryani, Debora Rohayati, Herlina, Sigit Setyo Pambudi, Syifa Laily Izzi. SMA 78, yakni Airin, SMA 114 Ashriyani, Harun Ar Rasyid, Ratna Ningsih, SMA 39 Gita Krishanti, Irfan Ramadhan, Kuncoro Wicaksono, SMA 98 Gunawan Rusandi, SMA 77 Ilham Wahyu Nugroho, SMA 72 Irmawati, SMA 47 Monica Vanesa.

Untuk program IPA, mata pelajaran kimia yang memperoleh nilai 10 yakni SMA 39 Andri Wijayanto, Gita Isma Pratiwi, Misbah Burhanudin, SMA 81 Andriany, SMA 13 Bimo Ary Pujangga, Devy Yuliana, Leonardo Pratama, Maria Qibtiyah, SMA 77 Cut Keumala, Yuki Desiandini, Nur Ali, Zainul Fikri, SMA 78 Denissa Pramesty, Hendrick, SMA 81 Desiyantri Siti Pinundi, Iqrar Mulfi, 66 Farizan Rahmat, SMA 84 Fazlur Rahman, SMA 14 Fizaura Unsa, SMA 73 I Gusti Ngurah Ariawan, Lena Indriyanti, SMA 26 Indriyani, SMA 78 Karina Maharanie, Melani Hapsari, Nico Kamarullah, Rizky Gillant, Zafira Putri, SMA 61 Putra Anugrah Pratama, Raden Roro Arum, SMA 34 Rina Puspita, SMA 90 Sari Utami, SMA 34 Soka Pradita. (kim) -Harian Umum Pelita-

Minggu, 31 Mei 2009

Keamanan Pelabuhan Bakauheni dan Panjang Ditingkatkan

Keamanan Pelabuhan Bakauheni di Kabupaten Lampung Selatan dan Pelabuhan Panjang di Kota Bandarlampung ditingkatkan menjelang kampanye pilpres, baik di kawasan pelabuhan maupun di kapal-kapal feri yang melayari rute Bakauheni (Lampung)-Merak (Banten).

Adpel Pelabuhan Panjang yang juga membawahi Pelabuhan Bakauheni HTP Hutasohit mengatakan, peningkatan pengamanan itu tidak akan mengganggu kenyamanan para penumpang.

"Sampai sekarang, kondisi keamanan dan ketertiban di kedua pelabuhan itu tetap kondusif," katanya.

Pelabuhan Bakauheni adalah pintu pengiriman barang, terutama hasil bumi dari Sumatra ke Jawa. Hampir semua produk dari Jawa dikirim ke Sumatra melalui pelabuhan itu.

Sedang Pelabuhan Panjang adalah pelabuhan utama ekspor-impor barang di Sumatra bagian selatan.

Untuk meningkatkan keamanan pelabuhan itu, dermaga pelabuhan rakyat (pelra) di Pelabuhan Panjang rencananya dipindahkan karena keberadaannya tidak lagi cocok dengan faktor keamanan dan status Pelabuhan Panjang sebagai pelabuhan internasional.

Dermaga pelra itu akan dipindahkan ke tiga alternatif yakni Terminal Sukaraja, Lempasing dan Srengsem. Mengenai waktu pemindahannya, hal itu sampai sekarang masih dibahas Pemprov Lampung bersama pihak-pihak terkait lainnya.

"Sebagai pelabuhan internasional, seharusnya di dermaga Pelabuhan Panjang hanya bersandar kapal- kapal negara, bukan kapal pelra antarpulau. Meski demikian, pemerintah tetap membina pelra agar mampu mandiri dan berkembang," kata Hutasohit.

Di pelabuhan internasional lainnya di Indonesia, seperti Tanjungpriok (Jakarta), Tanjungmas (Semarang) dan Tanjungperak (Surabaya), tidak ada lagi pelra.

Di dermaga pelra di Pelabuhan Panjang disandari kapal-kapal kayu antarpulau. Kapal kayu itu umumnya mengangkut berbagai komoditas, seperti beras, gula, minyak sawit, pupuk, beras dan hasil bumi ainnya.

Kapal pelra itu berlabuh cukup lama di pelabuhan, atau berlabuh atau berlayar tanpa perencanaan, sehingga mengganggu faktor keamanan Pelabuhan Panjang yang telah mendapatkan International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code.

Indonesia Bakal Miliki Perpustakaan Termodern di Dunia

Indonesia bakal memiliki perpustakaan termodern, terbesar dan terindah di dunia yang akan berlokasi Universitas Indonesia (UI) Depok di areal seluas 2,5 hektare.

Pihak Rektorat UI dalam siaran persnya di Jakarta, Sabtu menyebutkan, gedung perpustakaan yang memiliki luas bangunan 30.000 m2 serta terdiri atas delapan lantai yang pemancangan tiang perdana akan dilakukan Senin 1 Juni 2009 itu ditargetkan pembangunnya selesai pada Desember 2009.

Deputy Director Corporate Communications UI Devie Rahmawati menyatakan, proyek yang merupakan pengembangan dari perpustakaan pusat yang dibangun tahun 1986-1987 itu didanai oleh pemerintah dan industri dengan anggara sekitar Rp100 miliar.

Gedung perpustakaan tersebut dirancang dengan konsep "sustainable building" yang mana kebutuhan energi menggunakan sumber terbarukan yakni energi matahari (solar energy) selain itu di dalam gedung tidak diperbolehkan menggunakan plastik.

Area baru tersebut bebas asap rokok, hijau serta hemat listrik, air dan kertas hingga hal inilah yang menjadikan sebagai perpustakaan terbesar, termodern dan terindah di dunia.

Perpustakaan pusat UI tersebut akan mampu menampung sekitar 10.000 pengunjung dalam waktu bersamaan atau sekitar 20.000 orang per hari selain itu juga akan menampung 3-5 juta judul buku.

Sistem ICT mutakhir juga akan melengkapi perpustakaan tersebut sehingga memungkinkan pengunjung leluasa menikmati sumber informasi elektronik seperti e-book, e-journal dan lain-lain.

Sedangkan perpaduan gaya arsitektur yang unik serta lokasi perpustakaan di tepian danau Kenanga UI yang ditumbuhi pepohonan besar berusia 30 tahun akan merupakan keindahan bagi perpustakaan tersebut.(ANT)

Pengumuman Kebijakan BOS Depdiknas tahun 2009

Berikut 5 Kebijakan BOS Depdiknas tahun 2009:

1. Biaya satuan BOS, termasuk BOS Buku, per siswa/tahun mulai januari 2009 naik secara signifikan menjadi: SD dikota Rp 400 ribu, SD di kabupaten Rp 397 ribu, SMP di kota Rp 575 ribu, dan SMP di kabupaten Rp 570 ribu.
2. Dengan kenaikan kesejahteraan guru PNS dan kenaikan BOS mulai januari 2009, semua SD dan SMP negeri harus membebaskan siswa dari biaya operasional sekolah, kecuali RSBI dan SBI.
3. Pemda wajib mengendalikan pungutan biaya operasional di SD dan SMP swasta sehingga siswa miskin bebas dari pungutan tersebut dan tidak ada pungutan berlebihan kepada siswa mampu.
4. Pemda wajib mensosialisasikan dan melaksanakan kebijakan BOS tahun 2009 serta menyanksi pihak yang melanggar.
5. Pemda wajib memenuhi kekurangan biaya operasional dari APBD bila BOS dari Depdiknas belum mencukupi.